Sebagai seorang wanita, ku akui aku sangat tersanjung dengan
kata-katamu. Namun hal itu tidaklah dapat dijadikan sebagai tolak ukur
kebahagiaanku.
Ada sedikit kebimbangan dalam hati ini, apakah kau
adalah jawaban dari pertanyaanku akan jodohku, ataukah kau dihadirkan
sebagai penguji kesabaranku untuk tetap sendiri.
Kukatakan aku tidak begitu berharap banyak, hanya yang terbaik bagi kita yang menjadikan kita ikhlas seraya menunduk pada kuasaNya.
Sejauh ini aku nyaman dan bahagia bisa terus berada disisimu. Kusadari
aku bukanlah makhluk sempurna. Kumohon, lengkapilah kekuranganku ini
dengan kelebihan yang kau miliki dan sebaliknya.
Tegur aku jika salah, tepuk pundakku jika terlena, tuntun aku saat berjalan, ingatkan aku jika lupa.
Mimpi dan cita-cita kita semoga terwujud tepat pada saatnya tiba.
Pontianak, 05 November 2013
6 November 2013
3 November 2013
Dalam Peraduan (3)
Malam ini, giliran kafe kecil pojokan jalan itu yang menjadi saksi kerinduan kita.
Secangkir kopi pun turut menghangatkan dinginnya malam.
Kebodohan melanda, dan membuat kami saling terdiam memandang satu sama lain.
Entah apa namanya perasaan ini. Saat waktunya berpisah, begitu sangat berat untuk saling melepaskan genggaman. ♡♥♡
Kepadamu selalu kukirimkan rindu yang teramat sangat sembari mengantarkan mimpi indahmu, mimpi indahku, mimpi indah kita malam ini ♬♪::>_<::
Pontianak, 02 November 2013
Secangkir kopi pun turut menghangatkan dinginnya malam.
Kebodohan melanda, dan membuat kami saling terdiam memandang satu sama lain.
Entah apa namanya perasaan ini. Saat waktunya berpisah, begitu sangat berat untuk saling melepaskan genggaman. ♡♥♡
Kepadamu selalu kukirimkan rindu yang teramat sangat sembari mengantarkan mimpi indahmu, mimpi indahku, mimpi indah kita malam ini ♬♪::>_<::
Pontianak, 02 November 2013
Dalam Peraduan (2)
♡♥♡ Sekali lagi, sungai tua itu menjadi saksi pertemuan kita malam ini.
Teduh dan sangat romantis.
Walaupun aku tidak ngopi malam ini, tapi sedikitpun tak merubah kerinduanku padamu.
Rasanya sakit rinduku yang teramat sangat ini tak bisa terobati dengan apapun. Ingin selalu bersamamu dan terus bersamamu ☆ミ ☆彡
Pontianak, 01 November 2013
Teduh dan sangat romantis.
Walaupun aku tidak ngopi malam ini, tapi sedikitpun tak merubah kerinduanku padamu.
Rasanya sakit rinduku yang teramat sangat ini tak bisa terobati dengan apapun. Ingin selalu bersamamu dan terus bersamamu ☆ミ ☆彡
Pontianak, 01 November 2013
29 Oktober 2013
Pilihan Hati
Haruskah aku menangis
Atau justru tertawa lepas
Tuk mengenang semua itu
Jatuh bangun yang tak pernah sedikitpun dihargai
Dan harur terhenti begitu saja
Aku katakan kini aku sangat bahagia
Walaupun air mata ini terus mengalir
Sudahlah
Semua ini pilihan
Dan tak ada yang sempurna
Pontianak, 21 Oktober 2013
Atau justru tertawa lepas
Tuk mengenang semua itu
Jatuh bangun yang tak pernah sedikitpun dihargai
Dan harur terhenti begitu saja
Aku katakan kini aku sangat bahagia
Walaupun air mata ini terus mengalir
Sudahlah
Semua ini pilihan
Dan tak ada yang sempurna
Pontianak, 21 Oktober 2013
Kenangan Pare
Saat kebimbangan itu datang, aku menemukan gubuk tua
Dimana kau dan aku saling bertemu
Tidak begitu besar
Namun cukup menampung semua keakraban dengan apik
Di satu sudut ruangan itu kita berbagi
Suka duka, tangis bahagia
Di satu sudut itu pun kita menyatu bak bahtera keluarga
Akrab tak terpisahkan
Sayang, itu bukanlah suatu keabadian
Saat tiba waktunya
Kau dan aku harus berpisah
Satu per satu meninggalkan gubuk tua itu
Menyiasati nasib diri masing-masing
Tak tahu apakah akan kembali seperti dulu lagi
Kenangan itupun berbunga rindu
Bunga yang takkan pernah layu
Selama kita masih terus memupuknya, kawan
Pontianak, 20 Oktober 2013
Dimana kau dan aku saling bertemu
Tidak begitu besar
Namun cukup menampung semua keakraban dengan apik
Di satu sudut ruangan itu kita berbagi
Suka duka, tangis bahagia
Di satu sudut itu pun kita menyatu bak bahtera keluarga
Akrab tak terpisahkan
Sayang, itu bukanlah suatu keabadian
Saat tiba waktunya
Kau dan aku harus berpisah
Satu per satu meninggalkan gubuk tua itu
Menyiasati nasib diri masing-masing
Tak tahu apakah akan kembali seperti dulu lagi
Kenangan itupun berbunga rindu
Bunga yang takkan pernah layu
Selama kita masih terus memupuknya, kawan
Pontianak, 20 Oktober 2013
Dalam Peraduan (1)
Di tepian sungai tua
Duduk ku menatap seluas pandangan mata
Tersuguhkan segelas es kopi
Berdua dengannya tak ingin segera usai
Bercengkerama tersenyum manja
Hingga senja pun tiba
Lantunan merdu AsmaNya dari seberang sana
Mesjid Istana bersejarah menjadi saksi pertemuan kala itu
Aku dengannya akankah menyatu ?
Pontianak, 13 Oktober 2013
Duduk ku menatap seluas pandangan mata
Tersuguhkan segelas es kopi
Berdua dengannya tak ingin segera usai
Bercengkerama tersenyum manja
Hingga senja pun tiba
Lantunan merdu AsmaNya dari seberang sana
Mesjid Istana bersejarah menjadi saksi pertemuan kala itu
Aku dengannya akankah menyatu ?
Pontianak, 13 Oktober 2013
Langganan:
Postingan (Atom)