16 Oktober 2014

Terabaikan

Lama...
Telah lama aku membiarkanmu sndiri

Lama...
Begitu lama aku acuhkan kau

Lama...
Terlalu lama aku tak pedulikanmu

Namun kau senantiasa menungguku
Menunggu tiada lelah dan bosan
Menantiku untuk menyapa dirimu
Menegurmu serta menorehkan ungkapan

Maaf jika ku tak begitu memperhatikanmu lagi
Namun prcayalah, dalam benakku selalu teringat akan dirimu
Selalu ingin menyapamu
Dan kita berbagi cerita bersama
Seperti di awal kita jumpa dulu

Gudang Mimpi, 16 Oktober 2014 

22 Mei 2014

Mimpi

Saat ku tersadar dalam dekapan mimpi, kurasakan sinarmu hangat menyeruak memenuhi liang peraduanku.
Mengisyaratkan tuk menyelesaikan semua yang tertunda. Harapan masa depan.
Mengukir bahagia bersama.

Namun tiba-tiba alam berubah kelabu.
Rintik riak menyapa, menegur keriangan yang teramat sangat.
Sedikit tersentak, begitu pilu menyayat. Sesaat terhenyak, terdiam membisu dalam renungan.

Bimbang mereka-reka.
Samar terbayang melintas.
Benar, pantas, seharusnya jalankanlah sewajarnya.

Gudang Mimpi, 26 Maret 2014

10 Februari 2014

Anggrek Jingga's Boarding House

Rame..
Selalu rame

Berisik dimulai ketika terjaga di pagi hari.
Dan baru akan berhenti ketika mata sudah tak mampu menerawang pada dini hari.

Saat paling dinanti, menjelang magrib.
Berebut jatah makan malam di angkringan sederhana depan rumah.
Lalu menyantapnya bersama di hadapan televisi usang.


Apa yang di makan
Apa yang di tonton
Apa yang di ceritakan
Semua menjelma menjadi satu paket kegiatan favorit bersama.


Belum lagi lantunan irama musik yang berbeda di setiap kamarnya.
Bersaing akan kualitas speaker Pemiliknya.
Tak menjadikannya masalah tatkala sebuah ruangan di paksa menjadi basecamp penghuninya.


Sungguh aku merindukan masa itu.
Masa dimana kalian menjadi keluargaku hingga saat ini.
Masa dimana suka duka kita rasakan bersama disana.


Kost Putri Anggrek Jingga, Solo

Gudang Mimpi, 11 Desember 2013

6 November 2013

Senja Timur Ibu Kota

Sebagai seorang wanita, ku akui aku sangat tersanjung dengan kata-katamu. Namun hal itu tidaklah dapat dijadikan sebagai tolak ukur kebahagiaanku.
Ada sedikit kebimbangan dalam hati ini, apakah kau adalah jawaban dari pertanyaanku akan jodohku, ataukah kau dihadirkan sebagai penguji kesabaranku untuk tetap sendiri.
Kukatakan aku tidak begitu berharap banyak, hanya yang terbaik bagi kita yang menjadikan kita ikhlas seraya menunduk pada kuasaNya.
Sejauh ini aku nyaman dan bahagia bisa terus berada disisimu. Kusadari aku bukanlah makhluk sempurna. Kumohon, lengkapilah kekuranganku ini dengan kelebihan yang kau miliki dan sebaliknya.
Tegur aku jika salah, tepuk pundakku jika terlena, tuntun aku saat berjalan, ingatkan aku jika lupa.
Mimpi dan cita-cita kita semoga terwujud tepat pada saatnya tiba.

Pontianak, 05 November 2013

3 November 2013

Dalam Peraduan (3)

Malam ini, giliran kafe kecil pojokan jalan itu yang menjadi saksi kerinduan kita.
Secangkir kopi pun turut menghangatkan dinginnya malam.
Kebodohan melanda, dan membuat kami saling terdiam memandang satu sama lain.
Entah apa namanya perasaan ini. Saat waktunya berpisah, begitu sangat berat untuk saling melepaskan genggaman. ♡♥♡
Kepadamu selalu kukirimkan rindu yang teramat sangat sembari mengantarkan mimpi indahmu, mimpi indahku, mimpi indah kita malam ini ♬♪::>_<::


Pontianak, 02 November 2013

Dalam Peraduan (2)

♡♥♡ Sekali lagi, sungai tua itu menjadi saksi pertemuan kita malam ini.
Teduh dan sangat romantis.
Walaupun aku tidak ngopi malam ini, tapi sedikitpun tak merubah kerinduanku padamu.
Rasanya sakit rinduku yang teramat sangat ini tak bisa terobati dengan apapun. Ingin selalu bersamamu dan terus bersamamu ☆ミ ☆彡


Pontianak, 01 November 2013